top of page

Mengapresiasi Hasil Kerja Keras Dengan Self Reward

Mar 22, 2024
3 min read


Bayangkan seseorang yang terlalu memaksakan diri dalam kesibukan pekerjaannya sehingga lupa mengistirahatkan diri. Kelelahan semacam ini berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Bandingkan dengan seseorang yang menyempatkan diri untuk melakukan kesenangan sejenak setelah melewati minggu yang sibuk dan melelahkan. Skenario kedua menggambarkan self reward sebagai bentuk apresiasi penghargaan diri guna meningkatkan kesejahteraan mental dengan melepas penat atau stress.

Melakukan self reward menandakan bahwa seseorang mencintai dirinya, dan berujung pada peningkatan motivasi serta menjadi kunci pembangunan efikasi kinerja (Pastadi dkk., 2023). Perjanjian self reward dapat dilakukan terlebih dahulu di awal, misalnya perjanjian seseorang pada dirinya bahwa jika ia mendapatkan predikat A dalam ujian akhir semester, ia akan mentraktir dirinya di restoran A. Ia tentu akan semakin bersemangat untuk mencapai nilai yang terbaik. Hal ini terkesan hanya membangkitkan motivasi ekstrinsik, tetapi tidak ada salahnya jika dilakukan sesekali saja. Lagi pula, semua ini tidak menutup kemungkinan bahwa orang tersebut tetap menikmati proses kerja kerasnya.

Self reward dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan individu. (Azkiya, 2023), tetapi biasanya, self reward dilakukan setelah kita mencapai suatu target yang penting, seperti menyelesaikan proyek yang menantang, mencapai target kebugaran, atau bahkan hanya sekedar melewati aktivitas yang berat dalam seminggu. Self reward berfungsi sebagai penguatan positif untuk mencapai tujuan dan menjaga motivasi. Dengan mengakui pencapaian dan meluangkan waktu untuk menikmati kegiatan yang menyenangkan, kita dapat meningkatkan keseluruhan kesejahteraan dan produktivitas kita.

Self reward dapat dilakukan dalam berbeda-beda cara sesuai dengan keinginan dan kegemaran kita masing-masing. Hal yang biasanya dilakukan adalah ucapan selamat pada diri, membeli barang yang kita inginkan, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan. Namun, jika tidak dibatasi, self reward yang awalnya memiliki tujuan dan maksud yang baik, perlahan dapat mengarah kepada perilaku konsumtif. Sebagai contoh, dalam suatu penelitian, mahasiswa ditemukan menerapkan self reward sebagai bentuk penghargaan atas usaha mereka dalam perkuliahan. Mereka melakukan ini dengan berbagai cara, antara lain seperti membeli pakaian-pakaian modis terkini, membeli barang-barang mahal, nongkrong, dan traveling. Pada akhirnya, self reward ini dilakukan tanpa memikirkan pengeluaran dan berujung pada perilaku konsumtif yang merugikan diri sendiri (Aprilia & Damaiyanti, 2022).

Agar tidak berlebihan dalam melakukan self reward, mulailah dari penghargaan yang lebih kecil. Daripada langsung membeli barang yang mahal untuk menyenangkan diri kita, ucapkan terlebih dahulu afirmasi positif pada diri, makan makanan favorit, atau luangkan waktu bagi diri untuk menikmati hobi seperti membaca buku atau melakukan latihan fisik. Dengan demikian, kita akan merasa terpuaskan dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu, dan tidak terlalu menginginkan penghargaan yang terlalu besar.

Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengapresiasi hasil usaha kerja kerasnya. Menikmati hidup sejenak di tengah kesibukan memiliki dampak yang positif bagi kesehatan mental seseorang. Namun, semua hal yang berlebihan tentu dapat memberikan efek yang sebaliknya. Oleh karena itu, ingatlah bahwa self reward pada dasarnya dilakukan bukan untuk berfoya-foya, melainkan untuk membangun motivasi dan merefleksikan apa yang sudah dicapai untuk mencapai target selanjutnya.


Daftar Pustaka


Aprilia, S. N. T., & Damaiyanti, V. P. (2022). Self-Love and Self-Reward: The Hidden Excuse of Consumptive Behavior On College Students. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 3(2), 129–136. https://doi.org/10.52483/ijsed.v3i2.58

Azkiya, G. (2023, Desember 7). Pentingnya Self Reward, Contoh, dan Manfaatnya bagi Diri Sendiri. Blog Skill Academy. Dikutip pada 13 Maret, 2024, dari https://blog.skillacademy.com/self-reward-adalah

Pastadi, A. R., Damanik, E. D. T., Shodiq, F. N., Ikfinalkarim, F., & Ediyono, S. 2013. Pengaruh Self Reward terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa di Indonesia. https://www.researchgate.net/publication/ 

Wahyuningsari, D., Hamzah, M., Arofah, N., Hilmiyah, L., & Laili, I. (2022). Maraknya Hedonisme Berkedok Self Reward. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 2(1), 7–11. https://doi.org/10.52436/1.jishi.24


***********


Best regards,


Tim Redaksi PSYGHT 23/24




Penulis: Jesselyn Chandra (2023), Lucious Felix Sasmita (2022), Scharletty (2020)


Editor : Ariellah Sharon Mohede (2021)


174 Comments


rowan42318
11 hours ago

I find finding the character of a local meeting place easier to approach when there is a familiar situation to start from. An ordinary conversation can become part of the reason people remember a place. That practical perspective helps me frame local pub culture as a theme for Abbeyinnderby. I would be interested in an example that shows how the idea works in an ordinary situation. What makes a local meeting spot feel welcoming to a first-time visitor?

Like

rowan42318
a day ago

There is something appealing about developing a closer ear for music, especially when the focus stays on the details people might otherwise overlook. Listening for one phrase can make a familiar piece sound different. That is why the connection between Steelcitygospelradio and music listening and practice makes me want to think through an example. I am still thinking through the practical side, because the context can change what seems useful. Which detail would you focus on before listening to the whole piece again?

Like

rowan42318
2 days ago

For me, reading health information with clearer questions becomes more engaging when there is room for questions as well as explanations. An explanation is easier to assess when it separates what is known from what still needs investigation. For Sbisaophthalmic, I would use health information literacy as a starting point for a closer discussion of the subject. I would rather explore one useful example carefully than pretend that the whole subject is already clear. What would help a reader recognise the limits of a general health statement?

Like

rowan42318
2 days ago

I find exploring everyday food and cooking traditions easier to approach when there is a familiar situation to start from. An ingredient can carry a story about the place or family that uses it. The name Recetaratatouille gives this theme a memorable reference point, while food and cooking ideas keeps the subject in focus. It leaves me curious about the steps between understanding an idea and putting it into practice. Which part of a recipe would you ask someone to explain beyond the written measurements?

Like

rowan42318
2 days ago

The idea of understanding the basics of solar energy gives me a reason to slow down and consider the details. Following the path from sunlight to electricity makes an unfamiliar system easier to picture. That practical perspective helps me frame solar energy education as a theme for Pro Solar. I am still thinking through the practical side, because the context can change what seems useful. Which questions would help a beginner understand the role of each part of the system?

Like
Give Us Your Feedback
Rate UsPretty badNot so goodGoodVery goodAwesomeRate Us

Thanks for submitting!

© 2022 by PSYGHT FPUAJ. Proudly created with Wix.com

bottom of page